Kategori
Berita

Berbagi Rejeki dengan Janda di Hari Ibu

Berbagi Rejeki dengan Janda di Hari Ibu 2 Jamiyah Tahfidz Quran
Berbagi Rejeki dengan Janda di Hari Ibu.

KBRN, Bondowoso: Senyum para janda lanjut usia (Lansia) ini mempertegas kerutan wajahnya yang semakin menua. Mereka sumringah saat menerima bantuan dari Yayasan Jamiyah Tahfidz Quran Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu (22/12/2019) sore, di Desa Bandilan Kecamatan Prajekan, Bondowoso.

“Bantuan ini hasil kerja sama antara Yayasan kami dengan yayasan Kita Bisa Jakarta. Tidak ada maksud apapun, bantuan ini murni untuk membantu mengurangi beban hidup kaum duafa, khususnya di hari Ibu ini,” kata Ketua Yayasan Jamiyah Tahfidz Quran, Ustadz Hidayat Lc.

Bantuan sengaja diberikan pada Hari Ibu, karena penerimanya para janda lansia. Mereka menerima paket sembako dan uang tunai. Kado atau hadiah diberikan kepada para janda di halaman salah satu rumah warga. 

“Bantuan dadakan ini sengaja disalurkan oleh Yayasan Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo. Selain untuk mengurangi beban hidup kaum duafa, juga untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka,” tuturnya. 

Bantuan yang diberikan kepada 200 lebih janda ini, adalah hasil kerja sama antara Yayasan Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo dengan yayasan Kita Bisa Jakarta. Jumlah yang diterima masing-masing janda, lumayan bisa membantu meringankan beban mereka.

“Selain berisi uang tunai Rp 100 ribuan. Mereka juga dapat paket sembako, terdiri dari beras sebanyak 10 Kg, gula pasir 2 Kg, minyak goreng 2 Kg, dan mie instan sebanyak 5 bungkus. Semiga bisa sedikit mengurangi beban hidup mereka,” beber Ustadz lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.

Sementara itu, Bu Satiwi (80) warga setempat mengaku senang mendapatkan bantuan di tengah kebutuhan yang semakin menghimpit. Ia tak henti-hentinya berterima kasih kepada panitia yang membagikan bantuan.

“Alhamdulillah ya Allah, terima kasih atas bantuannya. Saya senang menerima bantuan ini,” ujarnya dengan nada lirih.

Ia bahkan mendoakan para panitia agar senantiasa dilimpahkan rizkinya oleh Allah, sebagai bentuk balasan kebaikan yang telah memberikan bantuan sembako dan uang tunai kepada para kaum dhuafa. 

“Semoga Allah menerima amal kalian, dan semoga tambah sukses. Baru kali ini saya dapat bantuan sebanyak ini,” imbuhnya.

Sumber: http://rri.co.id/

Kategori
Berita

Thiflah Raudotul Jannah, Hafal 30 Juz Quran, Menguasai Sanad Quran

Thiflah Raudotul Jannah, Hafal 30 Juz Quran, Menguasai Sanad Quran 3 Jamiyah Tahfidz Quran
Thiflah Raudotul Jannah (kiri) bersama kakaknya Anisa Tis’ah Wakhomsyah menunjukkan sertifikat Jamiyah Tahfidz Quran di rumahnya, Kampung Lawang Biru, Desa Situjaya, Kecamatan Karangpawitan, Minggu (5/5).

TribunJabar.id, Garut – Thiflah Raudotul Jannah (21), jadi salah satu penghafal Alquran yang sudah menguasai sanad.

Sanad adalah bacaan Alquran yang diturunkan sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW dan dilakukan secara turun temurun.

Tak mudah untuk jadi penghafal Alquran, apalagi menguasai sanad. Tapi tekad kuat Thiflah Raudotul Jannah, mendorong dirinya untuk bisa jadi salah satu penghafal Quran dengan sanadnya.

Anak ketiga dari 10 bersaudara ini telah mendapat sertifikat Jamiyah Tahfidz Quran setelah belajar selama satu tahun di Pesantren Tahfidz Quran Al Azhar, Situbondo, Jawa Timur pada Oktober 2018.

Dengan sertifikat itu, Thiflah Raudotul Jannah bisa menurunkan ilmunya kepada orang lain. Namun ada persyaratan khusus jika ingin menjadi murid Thiflah. Salah satunya hafal minimal 20 juz Alquran.

Muridnya pun dibatasi hanya enam orang. Ia pun menargetkan selama enam bulan, muridnya sudah bisa mahir menguasai sanad.

Keluarga Thiflah tak ada yang menyangka jika dirinya bisa menjadi penghafal Alquran. Bahkan bisa sampai menguasai sanad.

Apalagi Thiflah baru mendalami tahfidz saat masuk ke madrasah aliyah di Cileungsi, Bogor.

“Keinginan sendiri mau tahfidz Quran. Keluar Aliyah baru hafal 15 juz. Lalu mondok di Ponpes Miftahul Khoir di Rancaekek untuk selesaikan hafalan,” kata Thiflah saat ditemui di rumahnya, Kampung Lawang Biru, Desa Situjaya, Kecamatan Karangpawitan, Minggu (5/5).

Semasa anak-anak, Thiflah Raudotul Jannah bahkan lebih menyenangi bermain bola bersama anak laki-laki. Orang tuanya lalu menyekolahkan Thiflah ke SMP IT agar mengurangi hobinya bermain bola.

Namun anak dari pasangan Iis Farida (46) dan Aceng Abi Ahmad Salabi (57) itu malah semakin menggandrungi sepak bola.

Tak ada yang mengira, selepas SMP Thiflah malah ingin melanjutkan pendidikan untuk mendalami Alquran.

“Dulu asalnya mau dimasukin SMK saja. Soalnya suka main bola. Tapi anaknya malah milih mau tahfidz setelah keluar SMP. Banyak yang aneh sekarang bisa hafal Quran sampai tahu sanad,” ucap Iis, ibu Thiflah.

Iis menambahkan, semasa SD dan SMP anaknya tak terlalu mendalami Alquran. Thiflah hanya belajar mengaji biasa. Keinginan Thiflah untuk belajar Alquran pun sangat didukung keluarga.

Dari buku sanad Quran riwayat Imam Hasf Qiroah Imam Ashim dari Syekh Abdul Aziz Baidhawi Al Bajuri Al Azhari, Thiflah jadi orang ke 32 yang menguasai sanad secara turun temurun. Gurunya yakni seorang ustad lulusan Mesir, yakni Ustad Nur Hidayat, LC.

Thiflah sekarang memiliki keinginan untuk menurunkan ilmunya. Namun ia masih belum siap karena lokasi untuk belajar masih dalam tahap pembangunan.

“Kemarin sudah ada dua orang yang nanya-nanya ingin belajar. Tapi nunggu tempatnya beres dibangun,” ucap Thiflah.

Butuh perjuangan untuk bisa diterima sebagai murid tahfidz Quran. Awalnya Thiflah mendaftar ke Ponpes di Cimahi. Namun ia tak berhasil lolos karena bersaing dengan ratusan pendaftar.

Lantas ia kembali mencoba ke Situbondo dan akhirya diterima. Penggemar klub Real Madrid itu sampai kini tak menghilangkan hobinya soal bola. Ia masih sering menonton bola.

Untuk mengisi waktu luang, Thiflah juga menjadi guru ngaji kepada anak-anak di kampungnya.

Ia bertekad, untuk bisa menurunkan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Untuk menjaga kesucian Alquran yang sudah turun temurun diberikan.

Sumber: https://jabar.tribunnews.com/

Kategori
Berita

Pemkab Bondowoso Prioritaskan Bantuan Sosial Bagi Masyarakat Miskin

Pemkab Bondowoso Prioritaskan Bantuan Sosial Bagi Masyarakat Miskin 4 Jamiyah Tahfidz Quran

KBRN, Bondowoso: Di tengah pandemi virus corona, bantuan sosial bagi masyarakat terdampak yang berada di bawah garis kemiskinan, seolah-olah menjadi oase di padang tandus.

Seperti halnya warga di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang baru-baru ini tertimpa musibah banjir bandang, yang mengakibatkan mereka kekurangan bahan pangan.

Namun, senyum warga Ijen khususnya yang terdampak banjir, masih tampak manis, saat menerima bantuan paket sembako dari sebuah lembaga sosial asal Australia dan Turki.

Tak tanggung-tanggung, satu paket sembako jika dirupiahkan mencapai sekitar Rp300 ribu rupiah. Karena selain beras berkualitas sebanyak 5 kilogram, ada juga kurma, kopi, gula, minyak goreng, tepung terigu, mie instan dan jenis kebutuhan pokok lainnya.

“Kami terharu melihat warga kami mendapatkan bantuan ini, karena ini memang yang diharapkan warga. Terima kasih,” ujar Kepala Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Hartono, Selasa (7/4/2020).

Apalagi, saat ini warga banyak yang kehilangan mata pencahariannya karena wabah coronavirus. Mereka harus mematuhi imbauan pemerintah terkait stay at home, atau physical distancing dalam rangka menekan penyebaran COVID-19.

Sementara itu, Ketua Yayasan Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo, Ustadz Nur Hidayat Lc, yang menyalurkan bantuan tersebut mengaku, jika bantuan itu berasal dari Sadaqa Welfare Fund Australia yang bekerja sama dengan International Center for Dakwah and Islamic Science, pimpinan Dr Quds Hamid, Turki.

“Bantuan ini tidak hanya berupa paket sembako. Ada juga buku paket keislaman. Bisa dibaca untuk memperdalam ilmu agama,” kata Ustadz Nur Hidayat.

Tiap paket berisi 8 buku tentang keislaman, seperti terjemah Al-Qur’an, buku-buku hadits, buku agama untuk anak, dan semacamnya. Bantuan sosial ini diberikan di Kantor Desa setempat yang disaksikan oleh muspika setempat.

“Jadi selama menjalani stay at home warga biar tidak jenuh. Mereka bisa baca buku, untuk memperdalam ilmu keagamaannya,” ujar alumnus Universitas Al-Azhar Mesir itu.

Sedikitnya, ada 300 warga di Kecamatan Ijen yang menerima bantuan kemanusiaan ini. Ustadz Nur Hidayat berharap, bantuan ini bisa mengurangi beban warga Ijen di tengah pandemi virus corona.

Pantauan RRI, pembagian bantuan tersebut tetap mengacu kepada protab kesehatan di tengah pandemi virus corona. Warga mengikuti arahan petugas dengan menjaga jarak saat mengantri maupun menerima bantuan sembako dan sepaket buku tentang keislaman. (Din/dyt)

Sumber: http://rri.co.id/jember/

Kategori
Berita

Warga Sempol Bondowoso Diberi Buku Agar Tak Jenuh Social Distancing

Warga Sempol Bondowoso Diberi Buku Agar Tak Jenuh Social Distancing 5 Jamiyah Tahfidz Quran
Pembagian paket sembako dan buku/Foto: Chuk Shatu Widarsha

Bondowoso – Yayasan asal Situbondo turun ke Sempol, Bondowoso menyerahkan paket sembako pada warga. Yayasan tersebut bekerja sama dengan lembaga dari Australia dan Turki.

Sempol dipilih karena kawasan di lereng Gunung Ijen itu sudah dua kali tertimpa bencana alam. Kini warga juga dihantui wabah corona. Sehingga warga Sempol dinilai ibarat sudah jatuh tertimpa tangga.

“Jadi selama menjalani stay at home warga biar tidak jenuh. Mereka bisa baca buku, untuk memperdalam ilmu keagamaannya,” kata Ketua Yayasan Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo, Nur Hidayat kepada detikcom, Selasa (7/4/2020).

Menurutnya, bantuan yang disalurkan tak hanya berupa paket sembako saja. Tetapi, tiap warga juga mendapatkan paket buku keislaman. Seperti terjemahan Al-Quran, buku-buku Hadis dan sebagainya.

“Ini murni bantuan kemanusiaan. Kami prihatin melihat warga di sini. Setelah dua kali tertimpa bencana, sekarang warga masih harus stay at home karena pandemi corona,” papar alumnus Universitas Al-Azhar Mesir itu.

Berdasarkan informasi di lapangan, sedikitnya ada 300 paket yang diberikan ke warga. Khususnya warga yang terdampak bencana banjir bandang beberapa saat lalu. Peket tersebut di-dropping langsung di balai desa setempat.

Paket sembako yang berasal dari Sadaqa Welfare Fund Australia bekerja sama dengan International Center for Dakwah and Islamic Science itu, dibagikan melalui pemerintah desa setempat. Tiap paket berisi beras sebanyak 5 kg, sembako, serta buku-buku keagamaan maupun bacaan ringan lainnya untuk anak-anak. Tiap paket buku berisi sekitar 8 eksemplar buku.

Warga yang pernah terdampak banjir Sempol tak ayal langsung menyerbu pembagian paket tersebut. Namun mereka tetap mengikuti arahan petugas untuk menjaga jarak atau physical distancing.

“Selain sembako, buku-bukunya juga sangat bermanfaat. Sebab, bisa kami baca-baca di saat kondisi seperti sekarang ini, gak boleh keluar rumah,” ujar Misnadar, warga setempat.

Berdasarkan informasi di lapangan, sedikitnya ada 300 paket yang diberikan ke warga. Khususnya warga yang terdampak bencana banjir bandang beberapa saat lalu. Peket tersebut di-dropping langsung di balai desa setempat.

Paket sembako yang berasal dari Sadaqa Welfare Fund Australia bekerja sama dengan International Center for Dakwah and Islamic Science itu, dibagikan melalui pemerintah desa setempat. Tiap paket berisi beras sebanyak 5 kg, sembako, serta buku-buku keagamaan maupun bacaan ringan lainnya untuk anak-anak. Tiap paket buku berisi sekitar 8 eksemplar buku.

Warga yang pernah terdampak banjir Sempol tak ayal langsung menyerbu pembagian paket tersebut. Namun mereka tetap mengikuti arahan petugas untuk menjaga jarak atau physical distancing.

“Selain sembako, buku-bukunya juga sangat bermanfaat. Sebab, bisa kami baca-baca di saat kondisi seperti sekarang ini, gak boleh keluar rumah,” ujar Misnadar, warga setempat.

Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/

Kategori
Berita

Alquran, Buku Hadist, dan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Bandang

Alquran, Buku Hadist, dan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Bandang 6 Jamiyah Tahfidz Quran
Warga antri giliran menerima bantuan di Balai Desa Sempol. (nusadaily.com/Sutrisno)

NusaDaily.com – Bondowoso. Dua kali dilanda banjir bandang dan kini berlanjut wabah corona membuat warga Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso benar-benar nelangsa.

Kondisi itu sampai memantik keprihatinan hingga dari luar negeri. Sebuah lembaga sosial asal Australia dan Turki mengirimkan bantuan khusus bagi ratusan warga terdampak banjir bandang dan wabah corona.

Bantuan yang disalurkan bukan hanya berupa paket sembako. Tetapi, tiap warga juga mendapatkan paket buku keislaman untuk bahan bacaan anak-anak.

Bantuan dari Sadaqa Welfare Fund Australia dengan International Center for Dakwah and Islamic Science, pimpinan Dr Quds Hamid, Turki itu dilakukan di Balai Desa Sempol, Selasa 7 April 2020.
“Jadi, selama warga menjalani stay at home biar tidak jenuh. Mereka bisa baca buku, untuk memperdalam ilmu keagamaannya,” urai Ketua Yayasan Jamiyah Tahfidz Quran, Nur Hidayat yang bertugas menyalurkan bantuan.

Sedikitnya, ada 300 warga terdampak bencana yang menerima bantuan kemanusiaan tersebut.

“Kami prihatin melihat warga di sini. Setelah dua kali tertimpa bencana, sekarang warga masih harus stay at home karena pandemi corona. Dengan bantuan ini semoga bisa sedikit mengurangi beban mereka,” tutur alumnus Universitas Al-Azhar Mesir itu.

Kegiatan itu dihadiri perangkat desa, sebagian unsur pejabat tingkat kecamatan. Mereka juga turut membantu mengatur ratusan warga penerima bantuan.

Sebab, penyerahan bantuan dilakukan di tengah pandemi corona, hingga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Penyerahan bantuan awalnya berjalan tertib. Warga mengikuti arahan petugas untuk menjaga jarak atau physical distancing.

Namun, lambat laun warga mulai mengabaikan, karena mungkin mereka kuatir tidak kebagian beras 5 Kg, minyak goreng, mie instan, dan lainnya.

Kepala Desa Sempol Hartono berupaya menertibkan, kendati rasa empati pada warga meluluhkan sikapnya.

“Kami terharu melihat warga. Dalam kondisi begini, mereka memang butuh uluran tangan. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian ini,” ucap Hartono sambil terisak.

Sumber: https://nusadaily.com/

Kategori
Berita

Lembaga Sosial Luar Negeri Turut Berbagi Kebahagiaan Pada Warga Sempol

Lembaga Sosial Luar Negeri Turut Berbagi Kebahagiaan Pada Warga Sempol 7 Jamiyah Tahfidz Quran

Kabar Rakyat – Dua kali tertimpa bencana dan kini dilanda pandemi corona, membuat warga Desa Sempol Kecamatan Ijen Bondowoso, benar-benar nelangsa.

Tak heran, kondisi ini memantik keprihatinan sejumlah pihak. Tak hanya dari dalam negeri saja.

Sebuah lembaga sosial asal Australia dan Turki pun juga ikut menyalurkan bantuannya untuk ratusan warga Desa Sempol. Khususnya yang terdampak bencana banjir.

Hebatnya, bantuan yang disalurkan tak hanya berupa paket sembako saja. Tetapi, tiap warga juga mendapatkan paket buku keislaman.

Tiap paket berisi 8 buku tentang keislaman, seperti terjemah Al-Qur’an, buku-buku hadits, buku agama untuk anak, dan sebagainya. Penyaluran bantuan di tengah pandemi corona ini dilakukan di Kantor Desa setempat.

“Jadi selama menjalani stay at home warga biar tidak jenuh. Mereka bisa baca buku, untuk memperdalam ilmu keagamaannya,” Ketua Yayasan Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo, Ustadz Nur Hidayat Lc,  Rabu (8/4/2020).

Sedikitnya, ada 300 warga terdampak bencana yang bisa tersenyum lega menerima bantuan dari Sadaqa Welfare Fund Australia bekerja sama dengan International Center for Dakwah and Islamic Science, pimpinan Dr Quds Hamid, Turki.

Bantuan berupa paket sembako dan buku keislaman ini disalurkan oleh Yayasan Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo.

“Ini bantuan kemanusiaan. Kami prihatin melihat warga di sini. Setelah dua kali tertimpa bencana, sekarang warga masih harus stay at home karena pandemi corona. Dengan bantuan ini semoga bisa sedikit mengurangi beban mereka,” papar alumnus Universitas Al-Azhar Mesir itu.

Ia menyebutkan, penyerahan bantuan paket sembako di kantor Desa Sempol ini mendapat perhatian banyak pihak. Selain perangkat desa, sebagian unsur Muspika setempat juga turut hadir membantu mengatur ratusan warga penerima bantuan.

Sebab, penyerahan bantuan dilakukan di tengah pandemi corona, hingga harus tetap memperhatikan protap kesehatan.

Awalnya, penyerahan bantuan berjalan tertib. Warga tetap mengikuti arahan petugas untuk menjaga jarak atau physical distancing. Meski lambat laun warga mulai mengabaikan, karena khawatir tak kebagian.

Ada sekitar 300 warga kurang mampu di Desa Sempol yang mendapatkan bantuan paket sembako, mulai dari beras 5 Kg, minyak goreng, mie instan, dan lainnya.

“Kami terharu melihat warga antusias menerima bantuan ini. Dalam kondisi begini, mereka memang butuh uluran tangan. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian ini,” ucap Kepala Desa Sempol, Hartono sambil terisak haru.

Sumber: https://kabarrakyat.id/

Kategori
Berita

Penyandang Disabilitas Rawat Ibunya yang Lumpuh Hidup Sebatang Kara

Penyandang Disabilitas Rawat Ibunya yang Lumpuh Hidup Sebatang Kara 8 Jamiyah Tahfidz Quran
Bantuan penyandang disabilitas/Foto: Ghazali Dasuqi

Situbondo – Masih ingat Edi Winarso (61) yang merawat ibunya yang lumpuh seorang diri? Saat ini, Edi hidup sebatang kara. Ibunda tercinta yang dirawatnya, Sasmiti (85), telah meninggal dunia.

Kematian sang ibu beberapa pekan lalu, membuat rasa kehilangan dan kesedihan masih tampak jelas memendar di raut wajah pria malang itu.

“Mohon dimaafkan kalau ibu saya ada salah. Tentu saya merasa kehilangan, karena beliau adalah orang yang telah dengan setia merawat dan menjaga saya sejak kecil. Beliau sabar, meskipun kondisi saya begini,” kata Edi Winarso mengawali percakapannya dengan detikcom.

Memang, Jumat (6/9/2019) siang, detikcom kembali berkunjung ke rumah Edi Winarso, di Jalan Sucipto Lingkungan Parse RT 01 RW 02 Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo. Saat itu, Edi sedang duduk di atas sepeda roda tiga miliknya yang tampak sudah usang. Sesekali tangan Edi terlihat membetulkan rantai sepedanya yang terlepas. Meski agak susah, namun Edi terus berusaha agar rantai sepedanya bisa kembali ke posisi semula.

“Belakangan rantainya memang sering lepas. Maklum, sepeda ini sudah cukup tua. Sudah puluhan tahun menjadi pengganti kaki saya. Sepeda ini dulu hadiah dari almarhum bapak Diaaman, saat baru terpilih jadi bupati,” papar Edi.

Tak heran, seketika Edi tampak sangat gembira, saat mengetahui kedatangan detikcom bersama Yayasan Jam’iyah Tahfidz Qur’an Situbondo ke rumahnya menyampaikan bantuan. Salah satunya, berupa sepeda baru yang sudah dimodifikasi untuk

“Bantuan ini dari pembaca detikcom yang dititipkan melalui yayasan kami untuk bapak Edi. Sebagian sengaja kami wujudkan menjadi sepeda, karena sepeda yang lama sudah cukup usang, seperti kurang layak,” kata Ketua Yayasan Jam’iyah Tahfidz Qur’an Situbondo, Ustadz Nur Muhammad Hidayat, di rumah Edi.

Menurut pria asal Kelurahan Dawuhan itu sepeda roda tiga untuk Edi itu sengaja dimodifikasi sedemikian rupa. Termasuk dilengkapi lampu, baik di bagian depan maupun belakang. Sehingga diharapkan dapat membantu dan memudahkan Edi melakukan aktivitasnya di luar rumah.

Termasuk saat diperlukan pada malam hari. Selain berupa sepeda, bantuan nya ini disalurkan juga berbentuk uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari.

“Namanya bantuan, tentu nilainya tidak seberapa dibandingkan dengan kebutuhan beliau sehari-hari. Tapi mudah-mudahan bisa sedikit meringankan,” tandas alumnus Fakultas Tafsir Quran di Universitas Al Azhar Mesir itu.

Menerima bantuan sepeda baru, Edi pun berkali-kali berucap syukur dan menyampaikan rasa terima kasihnya. Bahkan, seketika itu Edi terlihat buru-buru ingin mencoba sepeda barunya. Tak hanya di depan rumahnya saja, Edi bahkan langsung mengayuhnya menuju jalan raya. Usai mencoba, Edi pun tampak begitu sumringah.

“Alhamdulillah, terima kasih bantuan sepeda barunya. Semoga diganti yang lebih besar oleh Allah. Sepeda baru ini sudah lama saya impikan, hari ini akhirnya terwujud juga,” tutur Edi sambil tersenyum.

Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/

Kategori
Berita

Ponpes Nurul Jadid Mendapat Bantuan 500 Quran Dari Timur Tengah

Ponpes Nurul Jadid Mendapat Bantuan 500 Quran Dari Timur Tengah 9 Jamiyah Tahfidz Quran

nuruljadid.net- Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur mendapatkan bantuan hibah alquran sebanyak 500 buah, selasa (10/12).

Sumbangan alquran ini berasal dari Negara Timur Tengah seperti Kairo, Lebanon, Kuwait, Turki melalui penyalur Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo.

Ketua Yayasan Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo, Ustadz Nurhidayat mengatakan : Bantuan wakaf kepesantren seperti ini, agar menunjang tahfidz quran yang ada di Pondok Pesantren termasuk di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Ponpes Nurul Jadid Mendapat Bantuan 500 Quran Dari Timur Tengah 10 Jamiyah Tahfidz Quran
Penyaluran bantuan ini diberikan langsung ke santri yang berada di asrama. Ikut mendampingi perdistribusian bantuan hibah quran untuk santri Ustadz Saili Aswi Sekretaris Biro Kepesantrenan, Ustadz Bahrudin Kasubbag Rumga, Kasubbag Protokoler Ustadz Bashori Alwi dan beberapa staf sekretariat.

Ustadz Bashori Alwi mengucapkan terima kasih atas sumbangan yang diberikan oleh Negara Timur Tengah.

“Kami atas nama pengurus Pesantren Nurul Jadid mengucapkan banyak terima kasih kepada Negara Timur Tengah seperti Turki, Lebanon, Kuwait dan lainnya. Terutama kepada badan penyalur bantuan hibah quran Jamiyah Tahfidz Quran Situbondo. ini sangat bermanfaat untuk para santri terutama penghafal quran di Pondok kami.

Sumber: https://www.nuruljadid.net/

Kategori
Berita

Pesantren Tahfidz Quran

pesantrentahfidzquran

Pesantren Tahfidz Quran

Pesantren Tahfidz Quran adalah sebuah lembaga yang fokus terhadap tahfidz quran bagi siswa ataupun santri,hal ini bisa ditemui di berbagai pesantren di Indonesia.

asal mula Pesantren Tahfidz Quran semenjak zaman para sahabat yang mengaji langsung kepada Rasulullah SAW.Hal ini tidak lepas dari peranan ashabush Shuffah (para sahabat yang tinggal di serambi masjid nabawi )

Di zaman rasullullah para sahabat langsung mengaji kepada nabi Muhammad SAW dengan musyafahah ( bertatap muka dan mengambil bacaan dari lisan nabi ).Hal ini menjadi cikal bakal pesantren tahfidz quran,namun berkembangnya al quran terjadi di zaman khalifah Sayyidina Ustman bin Affan RA.Beliau memimpin proyek besar yaitu penulisan quran dalam beberapa qiraat quran yang di kirim ke berbagai negara.Penulisan ini disebabkan oleh banyaknya model bacaan quran yang di riwayatkan oleh para sahabat nabi.

Pesantren Tahfidz Quran yang sangat terkenal semenjak zaman dahulu ialah Kuttab yang tersebar diberbagai Kota Mesir.Para Pelajar dituntun belajar al Quran semenjak usia belia,di Kuttab sendiri bukan cuma menghafal al quran saja namun juga belajar menulis al quran. Di Indonesia banyak Pesantren Tahfidz Quran yang telah berdiri semenjak zaman penjajahan.Ini menunjukkan semangat masyarakat indonesia terhadap al quran.Pesantren Tahfidz Quran meyebar di pelosok negeri dari Sabang sampai Merauke .

Kami juga membuka pesantren tahfidz quran di Situbondo Jawa Timur dengan bermacam pilihan program diantaranya Tahfidz plus sanad ,Tahfidz plus SMA ,Tahfidz plus Sarjana.Tujuan kami semata adalah memudahkan para santri/siswa dalam program tahfidz quran.Bagi yang berminat untuk mengikuti program kami bisa langsung mendaftar di website resmi kami atau menghubungi via whatsapp.