Penyandang Disabilitas Rawat Ibunya yang Lumpuh Hidup Sebatang Kara

Penyandang Disabilitas Rawat Ibunya yang Lumpuh Hidup Sebatang Kara 1 Jamiyah Tahfidz Quran
Bantuan penyandang disabilitas/Foto: Ghazali Dasuqi

Situbondo – Masih ingat Edi Winarso (61) yang merawat ibunya yang lumpuh seorang diri? Saat ini, Edi hidup sebatang kara. Ibunda tercinta yang dirawatnya, Sasmiti (85), telah meninggal dunia.

Kematian sang ibu beberapa pekan lalu, membuat rasa kehilangan dan kesedihan masih tampak jelas memendar di raut wajah pria malang itu.

“Mohon dimaafkan kalau ibu saya ada salah. Tentu saya merasa kehilangan, karena beliau adalah orang yang telah dengan setia merawat dan menjaga saya sejak kecil. Beliau sabar, meskipun kondisi saya begini,” kata Edi Winarso mengawali percakapannya dengan detikcom.

Memang, Jumat (6/9/2019) siang, detikcom kembali berkunjung ke rumah Edi Winarso, di Jalan Sucipto Lingkungan Parse RT 01 RW 02 Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo. Saat itu, Edi sedang duduk di atas sepeda roda tiga miliknya yang tampak sudah usang. Sesekali tangan Edi terlihat membetulkan rantai sepedanya yang terlepas. Meski agak susah, namun Edi terus berusaha agar rantai sepedanya bisa kembali ke posisi semula.

“Belakangan rantainya memang sering lepas. Maklum, sepeda ini sudah cukup tua. Sudah puluhan tahun menjadi pengganti kaki saya. Sepeda ini dulu hadiah dari almarhum bapak Diaaman, saat baru terpilih jadi bupati,” papar Edi.

Tak heran, seketika Edi tampak sangat gembira, saat mengetahui kedatangan detikcom bersama Yayasan Jam’iyah Tahfidz Qur’an Situbondo ke rumahnya menyampaikan bantuan. Salah satunya, berupa sepeda baru yang sudah dimodifikasi untuk

“Bantuan ini dari pembaca detikcom yang dititipkan melalui yayasan kami untuk bapak Edi. Sebagian sengaja kami wujudkan menjadi sepeda, karena sepeda yang lama sudah cukup usang, seperti kurang layak,” kata Ketua Yayasan Jam’iyah Tahfidz Qur’an Situbondo, Ustadz Nur Muhammad Hidayat, di rumah Edi.

Menurut pria asal Kelurahan Dawuhan itu sepeda roda tiga untuk Edi itu sengaja dimodifikasi sedemikian rupa. Termasuk dilengkapi lampu, baik di bagian depan maupun belakang. Sehingga diharapkan dapat membantu dan memudahkan Edi melakukan aktivitasnya di luar rumah.

Termasuk saat diperlukan pada malam hari. Selain berupa sepeda, bantuan nya ini disalurkan juga berbentuk uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari.

“Namanya bantuan, tentu nilainya tidak seberapa dibandingkan dengan kebutuhan beliau sehari-hari. Tapi mudah-mudahan bisa sedikit meringankan,” tandas alumnus Fakultas Tafsir Quran di Universitas Al Azhar Mesir itu.

Menerima bantuan sepeda baru, Edi pun berkali-kali berucap syukur dan menyampaikan rasa terima kasihnya. Bahkan, seketika itu Edi terlihat buru-buru ingin mencoba sepeda barunya. Tak hanya di depan rumahnya saja, Edi bahkan langsung mengayuhnya menuju jalan raya. Usai mencoba, Edi pun tampak begitu sumringah.

“Alhamdulillah, terima kasih bantuan sepeda barunya. Semoga diganti yang lebih besar oleh Allah. Sepeda baru ini sudah lama saya impikan, hari ini akhirnya terwujud juga,” tutur Edi sambil tersenyum.

Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/

Kategori